Langsung ke konten utama

Pandangan Admin Tentang Dialog Presiden Prabowo Menjawab

     Pandangan admin tentang dialog Presiden Prabowo menjawab dari empat poin berikut:

1. Pendekatan tujuh jurnalis dalam merumuskan pertanyaan untuk Presiden Prabowo.

2. Dinamika antar-jurnalis dalam alur wawancara.

3.  Pertanyaan yang mungkin Saya ajukan untuk menggali isu yang mungkin terlewat.

4. Topik paling relevan bagi masyarakat umum.

 

 

1.       Penilaian Pendekatan Jurnalis

Pendekatan enam jurnalis dalam merumuskan pertanyaan untuk Presiden Prabowo dapat dinilai cukup tajam, meski ada beberapa pertanyaan yang tampak lebih aman. Jurnalis menunjukkan keberanian dalam menggali isu-isu sensitif, tetapi juga berhati-hati untuk tidak menimbulkan konfrontasi langsung.

Contohnya pertanyaan Mbak Najwa Syihab tentang proses legislasi dan partisipasi publik yang menanyakan tentang proses pembentukan undang-undang yang semakin jauh dari rakyat, serta kurangnya partisipasi publik yang bermakna dalam proses legislasi.

2.       Dinamika Antar Jurnalis

Dalam wawancara yang melibatkan banyak jurnalis, dinamika antar-jurnalis dapat menciptakan persaingan dan kerjasama. Beberapa jurnalis mungkin berusaha untuk menonjolkan pertanyaan mereka, sementara yang lain dapat bekerja sama untuk menggali informasi lebih dalam. Misalnya, ketika satu jurnalis mengajukan pertanyaan tentang korupsi, jurnalis lain menindaklanjuti dengan pertanyaan spesifik tentang langkah-langkah konkret yang diambil untuk menanggulangi masalah tersebut. Hal ini menciptakan suasana di mana informasi dapat digali lebih dalam melalui interaksi antar-jurnalis.

3.       Pertanyaan yang Akan Saya Ajukan

Jika saya adalah salah satu jurnalis di acara ini, saya akan memberikan pertanyaan tentang bagaimana negara Indonesia ini bisa beralih energi dari energi fosil ke energi yang ramah lingkungan. Karena pergantian energi berhubungan langsung dengan isu perubahan iklim dan keberlanjutan, yang sangat relevan bagi masyarakat umum. Saya ingin tahu langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan bahwa Indonesia dapat beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Tidak mungkin kita akan selalu menggunakan energi fosil karena akan tiba masanya energi fosil itu akan habis, dan harus diganti dengan energi yang terbarukan.

4.       Topik Paling Relevan Bagi Masyarakat Umum

kebijakan pangan adalah yang paling relevan bagi masyarakat umum. Isu ini langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks harga pangan dan ketersediaan makanan. Media seharusnya memantau isu ini dengan melakukan investigasi mendalam tentang bagaimana kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi petani dan konsumen, serta mengawasi pelaksanaan program-program yang dijanjikan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feature Perjalanan Menyambut Fajar di Bukit Cilenguk PB X: Menatap Gagahnya Merapi

    Masih dini hari ketika saya mulai memanaskan motor di halaman kos. Jam belum menunjukkan pukul empat pagi. Udara Solo terasa lebih dingin dari biasanya, dan jalanan masih nyaris kosong. Dengan jaket tebal dan ransel kecil di punggung, saya dan teman saya bersiap menjemput teman di Kartasura sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bukit Cilenguk di Selo, Boyolali, tempat yang kami rencanakan secara mendadak untuk dikunjungi.      Perjalanan ke Kartasura memakan waktu sekitar 30 menit. Udara subuh terasa menusuk kulit, dan hanya beberapa kendaraan saja yang lalu lalang. Sesampainya di wisma teman, kami sempat salat Subuh terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Suasana masih tenang, hanya suara motor kami yang memecah keheningan pagi itu.      Dari Kartasura, kami menyusuri jalan ke arah barat. Seiring waktu, langit perlahan menunjukkan cahayanya. Kami melaju melewati jalanan berkelok yang mulai menanjak, dikelilingi pepohonan dan ladang-...

Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri (Jordan, Mesir, dan Yaman)

  Wawancara ini berkaitan dengan tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jenjang atas di luar negeri, tepatnya di Mesir, Jordan dan Yaman. Dalam wawancara ini saya ingin mengetahui lebih dalam bagaimana mereka bertiga yakni saudara Fakhri, saudara Haikal, dan saudara Najib menjalani kesehariannya di negara masing-masing. Menariknya wawancara ini yaitu memfokuskan ke dalam tiga aspek pembahasan yang berbeda, yaitu saudara Fakhri yang sekarang menempuh studi di University of Jordan fokus kepada kehidupan sosial dan budaya di Jordan. Saudara Haikal yang menempuh studi di Universitas Al-Azhar Mesir berfokus ke dalam kehidupan akademik di kampus. Yang terakhir saudara Najib yang menempuh studi di University of Science & Technology berfokus dalam kehidupan sehari-hari dan finansial di Yaman.   1.       Mengapa Anda memilih kuliah di luar negeri dan bagaimana proses Anda sampai bisa berkuliah di sana?   Fakhri (Jordan) "Nomor satu, y...