Masih dini hari ketika saya mulai memanaskan motor di halaman kos. Jam belum menunjukkan pukul empat pagi. Udara Solo terasa lebih dingin dari biasanya, dan jalanan masih nyaris kosong. Dengan jaket tebal dan ransel kecil di punggung, saya dan teman saya bersiap menjemput teman di Kartasura sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bukit Cilenguk di Selo, Boyolali, tempat yang kami rencanakan secara mendadak untuk dikunjungi. Perjalanan ke Kartasura memakan waktu sekitar 30 menit. Udara subuh terasa menusuk kulit, dan hanya beberapa kendaraan saja yang lalu lalang. Sesampainya di wisma teman, kami sempat salat Subuh terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Suasana masih tenang, hanya suara motor kami yang memecah keheningan pagi itu. Dari Kartasura, kami menyusuri jalan ke arah barat. Seiring waktu, langit perlahan menunjukkan cahayanya. Kami melaju melewati jalanan berkelok yang mulai menanjak, dikelilingi pepohonan dan ladang-...
Wawancara ini berkaitan dengan tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jenjang atas di luar negeri, tepatnya di Mesir, Jordan dan Yaman. Dalam wawancara ini saya ingin mengetahui lebih dalam bagaimana mereka bertiga yakni saudara Fakhri, saudara Haikal, dan saudara Najib menjalani kesehariannya di negara masing-masing. Menariknya wawancara ini yaitu memfokuskan ke dalam tiga aspek pembahasan yang berbeda, yaitu saudara Fakhri yang sekarang menempuh studi di University of Jordan fokus kepada kehidupan sosial dan budaya di Jordan. Saudara Haikal yang menempuh studi di Universitas Al-Azhar Mesir berfokus ke dalam kehidupan akademik di kampus. Yang terakhir saudara Najib yang menempuh studi di University of Science & Technology berfokus dalam kehidupan sehari-hari dan finansial di Yaman. 1. Mengapa Anda memilih kuliah di luar negeri dan bagaimana proses Anda sampai bisa berkuliah di sana? Fakhri (Jordan) "Nomor satu, y...